Ponorogo – Usai di
tetapkan sebagai peraih suara terbanyak (219.949), oleh KPU Ponorogo, pada Rabu
(16/12). Cabup-Cawabup nomor 4, Ipong-Djarno, langsung tancap gas, menggelar
konsolidasi dengan Kepala Desa se Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu-Minggu malam
(20-21/12), di Posko Pemenanganya Jalan Sultan Agung. Pun, Ipong, tak ambil
pusing, dengan gugatan yang dilayangkan oleh paslon nomor satu, Sugiri
Sancoko-Sukirno ke Mahkamah Konstitusi (MK), yang merasa tidak puas dengan
hasil Pilkada Ponorogo 9 Desember 2015, lalu. Bagi Ipong, konsolidasi dengan
Kepala Desa, adalah hal penting, yang harus segera dilakukan, karena Kepala
Desa lah, yang nantinya akan menjadi ujung tombak, pelaksana program kebijakan
pemerintahan Ipong-Djarno, di tingkat desa, “Perhelatan Pilkada, telah selesai.
Beda pilihan, adalah hal yang wajar, karena dalam Pilkada ini, kita memilih
figur, yang kita nilai sesuai dengan hati nurani kita. Dan bagi Kepala Desa,
yang dalam Pilkada lalu, tidak mendukung dan memilih pasangan nomor 4, Saya
dapat memakluminya. Mungkin karena sebelumnya, mereka telah menjalin komunikasi
sejak lama dengan paslon lainya, sebelum saya datang ke Ponorogo. ‘Sing uwis,
yo uwis’, lupakan perbedaan, mari kita kembali bersama, untuk membangun dan mensejahterakan
masyarakat Ponorogo. Saya tidak akan membeda bedakan, antara Kepala Desa yang
satu dengan Kepala Desa lainya. Dan Saya tidak akan melakukan politik balas
dendam”, ujar Ipong, yang mendapat aplaus meriah, dari ratusan Kepala Desa,
yang hadir.
Lebih lanjut,
Ipong mengatakan, bahwa silaturahmi ini, dimaksudkan untuk adaptasi, menyamakan
pandangan, antara dirinya dengan Kepala Desa. Mulai saat ini Kepala Desa, harus
sudah mempersiapkan diri, untuk program-program yang akan di gulirkan oleh
pemerintahan Ipong-Djarno. Silaturahmi dan dialog semacam ini, kedepanya akan
sangat penting, untuk memecahkan permasalahan di tingkat desa. Oleh sebab itu,
dirinya akan menjadwalkan kegiatan dialog ini
secara periodik, “Entah itu melalui tilik desa, ngopi bareng, atau nanti
Kepala Desa kita undang ke Pendopo. Yang penting harus ada komunikasi yang
intens dengan Kepala Desa, agar ada persamaan persepsi dalam membangun Desa”,
imbuhnya.
Selain itu, Ipong
berjanji, pihaknya akan melibatkan dan menggandeng media masa, untuk pengawasan
dan publikasi. Sehingga masing-masing desa akan
terpacu, untuk berkompetisi menjadi yang terbaik dalam membangun
desanya, “Saya juga berinisiatif, akan kembali menghidupkan Lomba Antar Desa.
Agar masing-masing desa, termotivasi untuk menampilkan hasil produk-produknya
dan pembangunan yang telah dicapainya”, tukasnya (Supriyadi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar