Sabtu, 26 Desember 2015

Ipong : TIDAK ADA POLITIK BALAS DENDAM

Ponorogo – Usai di tetapkan sebagai peraih suara terbanyak (219.949), oleh KPU Ponorogo, pada Rabu (16/12). Cabup-Cawabup nomor 4, Ipong-Djarno, langsung tancap gas, menggelar konsolidasi dengan Kepala Desa se Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu-Minggu malam (20-21/12), di Posko Pemenanganya Jalan Sultan Agung. Pun, Ipong, tak ambil pusing, dengan gugatan yang dilayangkan oleh paslon nomor satu, Sugiri Sancoko-Sukirno ke Mahkamah Konstitusi (MK), yang merasa tidak puas dengan hasil Pilkada Ponorogo 9 Desember 2015, lalu. Bagi Ipong, konsolidasi dengan Kepala Desa, adalah hal penting, yang harus segera dilakukan, karena Kepala Desa lah, yang nantinya akan menjadi ujung tombak, pelaksana program kebijakan pemerintahan Ipong-Djarno, di tingkat desa, “Perhelatan Pilkada, telah selesai. Beda pilihan, adalah hal yang wajar, karena dalam Pilkada ini, kita memilih figur, yang kita nilai sesuai dengan hati nurani kita. Dan bagi Kepala Desa, yang dalam Pilkada lalu, tidak mendukung dan memilih pasangan nomor 4, Saya dapat memakluminya. Mungkin karena sebelumnya, mereka telah menjalin komunikasi sejak lama dengan paslon lainya, sebelum saya datang ke Ponorogo. ‘Sing uwis, yo uwis’, lupakan perbedaan, mari kita kembali bersama,  untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Ponorogo. Saya tidak akan membeda bedakan, antara Kepala Desa yang satu dengan Kepala Desa lainya. Dan Saya tidak akan melakukan politik balas dendam”, ujar Ipong, yang mendapat aplaus meriah, dari ratusan Kepala Desa, yang hadir.

Lebih lanjut, Ipong mengatakan, bahwa silaturahmi ini, dimaksudkan untuk adaptasi, menyamakan pandangan, antara dirinya dengan Kepala Desa. Mulai saat ini Kepala Desa, harus sudah mempersiapkan diri, untuk program-program yang akan di gulirkan oleh pemerintahan Ipong-Djarno. Silaturahmi dan dialog semacam ini, kedepanya akan sangat penting, untuk memecahkan permasalahan di tingkat desa. Oleh sebab itu, dirinya akan menjadwalkan kegiatan dialog ini  secara periodik, “Entah itu melalui tilik desa, ngopi bareng, atau nanti Kepala Desa kita undang ke Pendopo. Yang penting harus ada komunikasi yang intens dengan Kepala Desa, agar ada persamaan persepsi dalam membangun Desa”, imbuhnya.


Selain itu, Ipong berjanji, pihaknya akan melibatkan dan menggandeng media masa, untuk pengawasan dan publikasi. Sehingga masing-masing desa akan  terpacu, untuk berkompetisi menjadi yang terbaik dalam membangun desanya, “Saya juga berinisiatif, akan kembali menghidupkan Lomba Antar Desa. Agar masing-masing desa, termotivasi untuk menampilkan hasil produk-produknya dan pembangunan yang telah dicapainya”, tukasnya (Supriyadi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar