Jumat, 12 Februari 2016

Gubernur Akan Lantik Tujuh Belas Kepala Daerah 17 Februari di Grahadi






  


Tujuhbelas bupati/walikota yang terpilih dalam pemilu kepala daerah (pilkada) serentak pada 9 Desember 2015 lalu, akan dilantik serentak di gedung negara Grahadi Surabaya 17 Februari mendatang.


Ke-17 kepala daerah yang dilantik sesuai jadwal rinciannya adalah Bupati Ngawi, Bupati Jember, Bupati Ponorogo, Bupati Lamongan, Bupati Kediri, Bupati Situbondo, Bupati Gresik dan Bupati Trenggalek.
Kemudian, Bupati Blitar, Bupati Mojokerto, Bupati Sumenep, Bupati Banyuwangi, Bupati Malang, Bupati Sidoarjo, Walikota Blitar, Walikota Pasuruan, serta Walikota Surabaya.

“Sembilan kepala daerah dilantik pada pukul 09.00-11.30 WIB, kemudian disusul delapan kepala daerah lainnya di gelombang kedua pukul 12.30-15.00 WIB,” kata Gubernur Jatim Soekarwo kepada wartawan di Surabaya, Rabu (10/2/2016).

Pada proses pelantikan, lanjut dia, di satu gelombang dilakukan pengambilan sumpah masing-masing kepala daerah, kemudian sambutan dan diakhiri ucapan selamat dari undangan.

Pada pelantikan nantinya ada pembatasan undangan karena terbatasnya lokasi, yakni pimpinan dewan dan Forpimda setempat, serta enam orang dari keluarga kepala daerah terpilih.

Dalam pelantikan serentak yang akan digelar 17 Februari tersebut ada dua daerah yang bupati terpilih belum bisa dilantik, yaitu Pacitan yang masa akhir periodesasinya 21 Februari 2016 dan Tuban yang berakhir 20 Juni 2016.

Sumber : (wad/kanal-ponorogo/com)
Foto     : kanalponorogo (dot) com

Sabtu, 26 Desember 2015

Posko Pemenangan IPONG-DJARNO SELAMA EMPAT HARI DIJUBELI MASYARAKAT YANG INGIN MENGUCAPKAN SELAMAT




Ponorogo – Sungguh fenomenal, sosok Ipong, ternyata sangat diidolakan oleh masyarakat Ponorogo. Selama empat hari menggelar Open House, Posko Pemenangan Ipong-Djarno, tiap harinya, di jubeli oleh ribuan masyarakat Ponorogo, yang ingin memberikan ucapan selamat atau foto bersama Ipong. Rupanya, kemenangan Ipong-Djarno, sebagai Cabup-Cawabup Ponorogo, sudah sangat diharapkan sekali oleh masyarakat, “Orangnya gantheng, pintar, gak sombong, istrinya juga ramah, programnya bagus. Jadi tidak salah, jika masyarakat Ponorogo memilih Pak Ipong, demi perubahan Ponorogo yang lebih baik”, ujar Wito, yang sengaja datang dari Ngrayun demi untuk mengucapkan selamat kepada Ipong.
Hal senada diungkapkan oleh, Dian, warga desa Dayakan, yang sengaja datang berombongan dengan teman-temanya. Selain ingin mengucapkan selamat, Dian ingin foto, dengan Pak Ipong, “Pak Ipong itu orangnya gantheng, gaul, suaranya bagus. Waktu sosialisasi dulu Pak Ipong, nyanyi, pokoknya bupati gaul. Dan tadi kami sempat foto bersama, trimaksih Pak Ipong”, katanya

 Sementara itu menurut bagian protokoler Posko Pemenangan Ipong-Djarno, Mustopa. Atas, kemenanganya ini, Pak Ipong memang ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat Ponorogo. Siapapun boleh datang ke Posko Pemenangan Ipong-Djarno, baik untuk memberikan ucapan selamat maupun untuk foto bersama, “Dan setiap hari, juga kami sediakan hidangan, dengan menu yang berbeda-beda. Mohon maaf open house, hanya kami gelar selama empat hari. Karena situasinya belum memungkinkan. Bagi masyarakat yang belum sempat silaturahmi, suatu saat pasti akan ada kesempatanya. Mudah-mudahan ini bisa menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, antara Pak Ipong dengan masyarakat Ponorogo”, tukasnya. (Supriyadi)

DPC PDIP Ponorogo Legowo AKAN DUKUNG PEMERINTAHAN IPONG-DJARNO




Ponorogo – Paska Pilkada 9 Desember 2015, dukungan politik ke kubu pasangan Ipong-Djarno, dari berbagai elemen masyarakat, terus mengalir. Dari hasil hitung cepat (quickcont), yang lakukan oleh lembaga survey dan website dari KPU-RI yang memenangkan pasangan Ipong-Djarno, dalam Pilkada Ponorogo, rupanya mulai bisa diterima masyarakat. Bahkan jajaran pengurus DPC PDIP Ponorogo, pada Senin (14/12), dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDIP Ponorogo Agus Widodo, dengan kasatria, mendatangi Posko Pemenangan Ipong-Djarno di jalan Sultan Agung, untuk mengucapkan selamat, kepada pasangan Ipong-Djarno, “Setelah kami mengadakan rapat internal dengan jajaran pengurus DPC PDIP Ponorogo. Dan melakukan penghitungan perolehan suara dari formulir C-1, yang kami kumpulkan dari seluruh TPS yang ada di Ponorogo,  melalui para saksi yang ditunjuk oleh DPC PDIP Ponorogo. Maka setelah kami hitung, perolehan suara pasangan nomor 4 Ipong-Djarno, meraup dukungan paling banyak. Oleh sebab itu, pada siang ini, seluruh jajaran pengurus DPC PDIP Ponorogo, mengucapkan selamat kepada Ipong-Djarno”, ujar Agus Widodo, mengawali silaturahminya dengan Ipong.

Lebih lanjut Agus Widodo mengatakan, bahwa dirinya bersama Pak Amin, legowo, dan mengaku menerima kekalahan dalam perhelatan Pilkada Ponorogo kali ini. Pasangan Nomor 2, juga mohon maaf jika selama masa kampanye ada tutur kata ataupun tingkah laku yang kurang berkenan, dan menyinggung perasaan Ipong-djarno. Pun, kedepanya DPC PDIP Ponorogo akan mendukung pemerintahan Ipong-Djarno, dalam mewujudkan dan melaksanakan program kebijakanya, “Meskipun demikian, kami juga akan tetap mengkritisi pemerintahan Ipong-Djarno, manakala ada kebijakan yang tidak memihak kepada masyarakat, atau merugikan masyarakat Ponorogo”, imbuhnya.             

Sementara itu, Ipong yang didampingi istrinya Hj. Sri Wahyuni, menyambut haru, atas ketulusan ucapan selamat, dari jajaran pengurus DPC PDIP Ponorogo. Menurut Ipong, tradisi seperti ini perlu untuk terus di jaga. Pilkada adalah perhelatan rutin lima tahunan, dalam sebuah kompetisi kalah menang adalah hal yang biasa. Jika pilkada telah selesai, maka kita harus kembali bersatu padu untuk membangun Ponorgo, duduk bersama, tanpa harus ada yang merasa di kalahkan. Kami sangat menghargai ketulusan dari rekan-rekan DPC PDIP Ponorogo, yang akan berada dalam satu gerbong untuk mensejahterakan masyarakat Ponorogo. Keberadaan   rekan-rekan pengurus DPC PDIP Ponorogo, untuk lima tahun kedepan sangatlah vital, bagi pembangunan Ponorogo. Karena ini adalah era pemerintahanya Jokowi, sehingga kita harapkan kita bisa bersinergi, pengurus DPC PDIP Ponorogo, bisa ikut menjembatani kepentingan masyarakat Ponorogo, ke Pemerintah Pusat, “Pak Agus, terimakasih atas ucapan dan dukunganya. Saya Ipong-Djarno juga mohon maaf, jika selama masa perhelatan Pilkada ini, ada tutur kata ataupun tingkah laku yang menyinggumg perasaan Pak Amin dan Mas Agus Widodo, hal itu bukanlah sesuatu yang kami sengaja. Meskipun saat ini, saya sedang memakai kaos biru, tapi jam tangan dan akik saya, warnanya juga sudah merah, Mas Agus”, tukas Ipong, disambut aplous jajaran pengurus DPC PDIP Ponorogo, yang ikut silaturahmi. (Supriyadi) 

Drs. Mariyono Wirodigdo, MPd. : IPONG PUNYA DAYA DOBRAK TINGGI UNTUK MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT PONOROGO

Ponorogo – Terpilihnya pasangan Ipong-Djarno, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo, periode 2015-2020. Membuat harapan masyarakat Ponorogo membuncah, agar kedepanya, pasangan Ipong-Djarno, bisa membawa perubahan dan kesejahteraan bagi masyarakat Ponorogo menjadi lebih baik lagi. Tak kurang, dari pengamatan kacamata Drs. Mariyono Widogdo, MPd, mantan guru Ipong, di SMAN I Ponorogo. Yang dalam Pilkada Ponorogo ini, menjadi salah satu juru kampanye pasangan Ipong-Djarno. Menilai, jika Ipong mempunyai daya dobrak yang tinggi, untuk bisa mensejahterakan masyarakat Ponorogo. Karena, Ipong, orangnya cerdas, progamnya bagus, punya kapabilitas dan kredibilitas yang tinggi di mata masyarakat Ponorogo. pengalaman panjangnya sebagai pengusaha maupun politisi, di harapkan mampu membawa angin perubahan bagi masyarakat  masyarakat Ponorogo. Berikut ini petikan wawancara, antara wartawan Ponorogo Pos Supriyadi, dengan Drs. Mariyono Wirodigdo, MPd, berkaitan dengan terpilihnya Ipong-Djarno, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo.

Kenapa Pak Mariyono, dalam Pilkada Ponorogo kali ini, mendukung pasangan Ipong-Djarno ?
Pertama, karena garis partai, seusai Saya pensiun sebagai Guru per 1 Juni 2014, Saya memutuskan untuk bergabung dengan Partai Nasdem, sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan DPD Partai Nasdem Ponorogo. Yang dalam Pilkada Ponorogo ini, mengusung pasangan Ipong-Djarno. Yang kedua Ipong, adalah mantan murid Saya di SMAN I Ponorogo. Jadi istilahnya, ‘anak polah bopo kepradah’, bagaimanapun juga Ipong itu sudah saya anggap sebagai anak sendiri, jadi bagaimanapun saya, harus ikut membantunya agar bisa menjadi Bupati Ponorogo. Bahkan sewaktu Ipong-Djarno, kampanye di 307 desa, selama 27 hari, Saya juga selalu mengikutinya. Alasan kedua,  kenapa Saya menukung Ipong, karena dari sejak awal, Ipong mempunyai visi misi dan program yang baik dan jelas arahnya, untuk memajukan masyarakat Ponorogo. Jadi tidak ada salahnya jika Saya ikut mendukung dan menjadi juru kampanye pasangan Ipong-Djarno.

Harapan Anda, setelah Ipong terpilih sebagai Bupati ?
Harapanya, semoga Ipong, bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Ponorogo. Bupati Ponorogo, setelah eranya Pak Sumadi, Pak Subarkah dan Pak Markum, hanya datar-datar saja, tidak ada gebrakan yang berarti. Oleh sebab itu kita berharap banyak pada Ipong, orangnya masih muda, cerdas, cara berpikirnya sangat progresiv, sehingga Ipong kita harapkan mempunyai daya dobrak yang tinggi untuk menembus sekat, yang selama ini, membuat pemerintahan Kabupaten Ponorogo, terkesan jalan di tempat. Pengalamanya sebagai politisi dan pengusaha nasional, kita harapkan mampu membawa perubahan signifikan di bidang ekonomi, maupun  di bidang birokrasi. Ponorogo saat ini butuh Bupati yang se level dengan Markum Singodimedjo, yang mempunyai akses luas di pemerintahan pusat.

Pak, apa yang melatar belakangi Anda, setelah pensiun dari Guru, kok  malah terjun ke dunia politik ?
Alasanya, pertama, mungkin karena panggilan jiwa, karena pada saat saya kuliah dulu, saat jaman Orde Baru, saya sudah aktif di berbagai gerakan kemahasiswaan. Kedua, saya ingin memberikan motivasi kepada teman-teman yang telah purna tugas, untuk terus mengabdikan tenaganya demi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ponorogo. Selain menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan di Nasdem, Saya juga aktif sebagai pengurus paguyuban Bonsai, Keris, Mocopat dan lain-lainya. Tapi dengan terjun ke dunia politik, Saya berharap, kiprah Saya berada di level yang lebih tinggi, sehingga segala tindakan dan pemikiran Saya, untuk ikut mensejehterakan masyarakat Ponorogo, bisa lebih di perhatikan (*)  

Kang Pri : EVERYTHING IS FINALLY, KITA KEMBALI BERSAMA-SAMA MEMBANGUN PONOROGO

Ponorogo – Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Ipong-Djarno, Drs. Supriyanto, dihadapan para Kepala Desa, mengatakan. Bahwa   dalam setiap proses politik, akan selalu membawa ‘hiruk pikuk’ di tengah masyarakat, penyebabnya adanya beda pilihan dan beda pendapat, antar pendukung paslon yang maju dalam Pilkada. Oleh sebab itu hal ini harus segera di selesaikan, agar resistensi ditengah masyarakat tersebut tidak berkepanjangan, “Sekarang ini, ‘Everything Is Finally’, segala sesuatunya telah selesai. Pada malam ini, marilah kita lepaskan perbedaan pendapat, kita samakan persepsi. Perjalanan pembangunan Ponorogo kedepan, membutukan kebersamaan, dari seluruh elemen masyarakat Ponorogo. Silaturahmi yang kita lakukan pada malam hari ini, merupakan pondasi awal yang bagus untuk, memajukan dan mensejahterakan masyarakat Ponorogo”, jelas Kang Pri, sapaan akrab Drs. Supriyanto.       

Lebih lanjut Kang Pri mengatakan, dirinya selaku Ketua Tim Pemenangan Ipong-Djarno, mohon maaf jika selama kampanye. Dirinya dianggap meyerang dan menjelek-jelekan Paslon lainya. Semua itu, semata-mata hanyalah strategi untuk meyakinkan masyarakat, tanpa ada rasa permusuhan dan dendam pribadi. Apa yang disampaikanya dalam kampanye, semuanya masih dalam koridor, seperti yang diatur dalam UU Pemilu, “Jika selama kampanye, saya dianggap menjelek-jelekan paslon lainya, dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf. Semua itu bukanlah suatu tujuan untuk meyerang secara pribadi, melainkan hanya strategi untuk meyakinkan masyarakat agar mau memilih paslon yang saya dukung”, imbuh, anggota DPR RI dari Partai Gerindra ini.

Selain itu dalam sambutanya, kang Pri mengatakan, bahwa dalam Pemilukada Ponorogo kali ini. Kang Pri, mengibaratkan, jika dirinya, sebagai Semar Bodronoyo, dalam cerita pewayanagan. Yang tugasnya, membimbing dan mengantarkan para Ksatria untuk menjadi Raja. “Tugas saya telah selesai, dengan terpilihnya Ipong-Djarno, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo. Keduanyalah ayang akan memimpin roda pemerintahan Kabupaten Ponorogo. Toh meskipun demikian, jika nanti dalam perjalananya Ipong-Djarno, dalam menerapkan kebijakanya, ada  yang mencederai rasa keadilan masyarakat, Semar Bodronoyo, pasti akan mengingatkanya”, tukasnya. (Supriyadi)     

Ipong : TIDAK ADA POLITIK BALAS DENDAM

Ponorogo – Usai di tetapkan sebagai peraih suara terbanyak (219.949), oleh KPU Ponorogo, pada Rabu (16/12). Cabup-Cawabup nomor 4, Ipong-Djarno, langsung tancap gas, menggelar konsolidasi dengan Kepala Desa se Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu-Minggu malam (20-21/12), di Posko Pemenanganya Jalan Sultan Agung. Pun, Ipong, tak ambil pusing, dengan gugatan yang dilayangkan oleh paslon nomor satu, Sugiri Sancoko-Sukirno ke Mahkamah Konstitusi (MK), yang merasa tidak puas dengan hasil Pilkada Ponorogo 9 Desember 2015, lalu. Bagi Ipong, konsolidasi dengan Kepala Desa, adalah hal penting, yang harus segera dilakukan, karena Kepala Desa lah, yang nantinya akan menjadi ujung tombak, pelaksana program kebijakan pemerintahan Ipong-Djarno, di tingkat desa, “Perhelatan Pilkada, telah selesai. Beda pilihan, adalah hal yang wajar, karena dalam Pilkada ini, kita memilih figur, yang kita nilai sesuai dengan hati nurani kita. Dan bagi Kepala Desa, yang dalam Pilkada lalu, tidak mendukung dan memilih pasangan nomor 4, Saya dapat memakluminya. Mungkin karena sebelumnya, mereka telah menjalin komunikasi sejak lama dengan paslon lainya, sebelum saya datang ke Ponorogo. ‘Sing uwis, yo uwis’, lupakan perbedaan, mari kita kembali bersama,  untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Ponorogo. Saya tidak akan membeda bedakan, antara Kepala Desa yang satu dengan Kepala Desa lainya. Dan Saya tidak akan melakukan politik balas dendam”, ujar Ipong, yang mendapat aplaus meriah, dari ratusan Kepala Desa, yang hadir.

Lebih lanjut, Ipong mengatakan, bahwa silaturahmi ini, dimaksudkan untuk adaptasi, menyamakan pandangan, antara dirinya dengan Kepala Desa. Mulai saat ini Kepala Desa, harus sudah mempersiapkan diri, untuk program-program yang akan di gulirkan oleh pemerintahan Ipong-Djarno. Silaturahmi dan dialog semacam ini, kedepanya akan sangat penting, untuk memecahkan permasalahan di tingkat desa. Oleh sebab itu, dirinya akan menjadwalkan kegiatan dialog ini  secara periodik, “Entah itu melalui tilik desa, ngopi bareng, atau nanti Kepala Desa kita undang ke Pendopo. Yang penting harus ada komunikasi yang intens dengan Kepala Desa, agar ada persamaan persepsi dalam membangun Desa”, imbuhnya.


Selain itu, Ipong berjanji, pihaknya akan melibatkan dan menggandeng media masa, untuk pengawasan dan publikasi. Sehingga masing-masing desa akan  terpacu, untuk berkompetisi menjadi yang terbaik dalam membangun desanya, “Saya juga berinisiatif, akan kembali menghidupkan Lomba Antar Desa. Agar masing-masing desa, termotivasi untuk menampilkan hasil produk-produknya dan pembangunan yang telah dicapainya”, tukasnya (Supriyadi)

dr. Burhanudin : PAN PONOROGO AKAN MENGAWAL PROGRAM DAN KEBIJAKAN IPONG

Ponorogo – Meskipun Ipong-Djarno, belum di tetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo. Namun Ketua DPD PAN Ponorogo, dr. Burhanudin, optimis, Ipong-Djarno lah nantinya yang akan memimpin Ponorogo, untuk lima tahun kedepan. Oleh sebab itu, DPD PAN Ponorogo, akan all out, mengawal program kebijakan Ipong-Djarno, “Terpilihnya Ipong-Djarno, kita harapkan akan menjadikan masyarakat Ponorogo lebih sejahtera. Visi misinya Ipong-Djarno, bisa terlaksana dengan baik, sehingga masyarakat Ponorogo akan terlayani dengan lebih maksimal. Dan DPD PAN Ponorogo akan mensuport Ipong-Djarno, agar program dan kebijakan bisa berjalan dengan baik untuk lima tahun kedepan”, jelasnya. (Supriyadi)