Ponorogo –
Terpilihnya pasangan Ipong-Djarno, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo,
periode 2015-2020. Membuat harapan masyarakat Ponorogo membuncah, agar kedepanya,
pasangan Ipong-Djarno, bisa membawa perubahan dan kesejahteraan bagi masyarakat
Ponorogo menjadi lebih baik lagi. Tak kurang, dari pengamatan kacamata Drs.
Mariyono Widogdo, MPd, mantan guru Ipong, di SMAN I Ponorogo. Yang dalam
Pilkada Ponorogo ini, menjadi salah satu juru kampanye pasangan Ipong-Djarno.
Menilai, jika Ipong mempunyai daya dobrak yang tinggi, untuk bisa
mensejahterakan masyarakat Ponorogo. Karena, Ipong, orangnya cerdas, progamnya
bagus, punya kapabilitas dan kredibilitas yang tinggi di mata masyarakat
Ponorogo. pengalaman panjangnya sebagai pengusaha maupun politisi, di harapkan
mampu membawa angin perubahan bagi masyarakat masyarakat Ponorogo. Berikut ini petikan
wawancara, antara wartawan Ponorogo Pos Supriyadi, dengan Drs. Mariyono
Wirodigdo, MPd, berkaitan dengan terpilihnya Ipong-Djarno, sebagai Bupati dan
Wakil Bupati Ponorogo.
Kenapa Pak
Mariyono, dalam Pilkada Ponorogo kali ini, mendukung pasangan Ipong-Djarno ?
Pertama, karena
garis partai, seusai Saya pensiun sebagai Guru per 1 Juni 2014, Saya memutuskan
untuk bergabung dengan Partai Nasdem, sebagai salah satu anggota Dewan
Pertimbangan DPD Partai Nasdem Ponorogo. Yang dalam Pilkada Ponorogo ini,
mengusung pasangan Ipong-Djarno. Yang kedua Ipong, adalah mantan murid Saya di
SMAN I Ponorogo. Jadi istilahnya, ‘anak polah bopo kepradah’, bagaimanapun juga
Ipong itu sudah saya anggap sebagai anak sendiri, jadi bagaimanapun saya, harus
ikut membantunya agar bisa menjadi Bupati Ponorogo. Bahkan sewaktu
Ipong-Djarno, kampanye di 307 desa, selama 27 hari, Saya juga selalu
mengikutinya. Alasan kedua, kenapa Saya
menukung Ipong, karena dari sejak awal, Ipong mempunyai visi misi dan program
yang baik dan jelas arahnya, untuk memajukan masyarakat Ponorogo. Jadi tidak
ada salahnya jika Saya ikut mendukung dan menjadi juru kampanye pasangan
Ipong-Djarno.
Harapan Anda,
setelah Ipong terpilih sebagai Bupati ?
Harapanya, semoga
Ipong, bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Ponorogo. Bupati
Ponorogo, setelah eranya Pak Sumadi, Pak Subarkah dan Pak Markum, hanya
datar-datar saja, tidak ada gebrakan yang berarti. Oleh sebab itu kita berharap
banyak pada Ipong, orangnya masih muda, cerdas, cara berpikirnya sangat
progresiv, sehingga Ipong kita harapkan mempunyai daya dobrak yang tinggi untuk
menembus sekat, yang selama ini, membuat pemerintahan Kabupaten Ponorogo,
terkesan jalan di tempat. Pengalamanya sebagai politisi dan pengusaha nasional,
kita harapkan mampu membawa perubahan signifikan di bidang ekonomi, maupun di bidang birokrasi. Ponorogo saat ini butuh
Bupati yang se level dengan Markum Singodimedjo, yang mempunyai akses luas di
pemerintahan pusat.
Pak, apa yang
melatar belakangi Anda, setelah pensiun dari Guru, kok malah terjun ke dunia politik ?
Alasanya, pertama, mungkin karena panggilan jiwa, karena pada saat saya
kuliah dulu, saat jaman Orde Baru, saya sudah aktif di berbagai gerakan
kemahasiswaan. Kedua, saya ingin memberikan motivasi kepada teman-teman yang
telah purna tugas, untuk terus mengabdikan tenaganya demi untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Ponorogo. Selain menjadi salah satu anggota Dewan
Pertimbangan di Nasdem, Saya juga aktif sebagai pengurus paguyuban Bonsai,
Keris, Mocopat dan lain-lainya. Tapi dengan terjun ke dunia politik, Saya
berharap, kiprah Saya berada di level yang lebih tinggi, sehingga segala
tindakan dan pemikiran Saya, untuk ikut mensejehterakan masyarakat Ponorogo,
bisa lebih di perhatikan (*)