Minggu, 21 Juni 2015
Jumat, 19 Juni 2015
Datangi Kantor Rini Soemarno, Prabowo: BUMN Tak Boleh Dijual ke Asing
Jakarta -Sore ini Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra,
Prabowo Subianto, mendatangi kantor Menteri BUMN Rini Soemarno.
Pertemuan berlangsung sekitar pukul 16.35 WIB hingga 17.55 WIB. Apa
isinya?
"Tadi kami memberi masukan dan saran. Akhirnya kita dapat suatu gambaran. Alhamdullilah pemikirannya juga sama. BUMN nggak boleh dijual dan harus diperkuat. Yang penting itu," jelas Prabowo di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/6/2015).
Menggunakan batik lengan panjang, Prabowo mengatakan, dirinya memberikan saran, konsep, dan dukungan kepada Rini. Menurut Prabowo, Rini menerima masukan darinya dengan baik.
"Yang penting bagi kita BUMN harus kuat dan nggak boleh jatuh ke tangan asing. Industri, Indonesia harus kuasai," jelasnya.
Prabowo juga baru tahu, kedatangannya itu bertepatan dengan hari ulang tahun Rini ke-57.
"Saya baru tahu karena melihat karangan bunga dan kue-kue, maka saya ucapkan selamat ulang tahun," katanya.
sumber : http://finance.detik.com/read/2015/06/09/184222/2937744/4/datangi-kantor-rini-soemarno-prabowo-bumn-tak-boleh-dijual-ke-asing
"Tadi kami memberi masukan dan saran. Akhirnya kita dapat suatu gambaran. Alhamdullilah pemikirannya juga sama. BUMN nggak boleh dijual dan harus diperkuat. Yang penting itu," jelas Prabowo di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/6/2015).
Menggunakan batik lengan panjang, Prabowo mengatakan, dirinya memberikan saran, konsep, dan dukungan kepada Rini. Menurut Prabowo, Rini menerima masukan darinya dengan baik.
"Yang penting bagi kita BUMN harus kuat dan nggak boleh jatuh ke tangan asing. Industri, Indonesia harus kuasai," jelasnya.
Prabowo juga baru tahu, kedatangannya itu bertepatan dengan hari ulang tahun Rini ke-57.
"Saya baru tahu karena melihat karangan bunga dan kue-kue, maka saya ucapkan selamat ulang tahun," katanya.
sumber : http://finance.detik.com/read/2015/06/09/184222/2937744/4/datangi-kantor-rini-soemarno-prabowo-bumn-tak-boleh-dijual-ke-asing
Kamis, 18 Juni 2015
Diisukan Tidak Dapat Partai, Ipong : Kok Mendului Tuhan
Diisukan Tidak Dapat Partai,
Ipong : Kok Mendului Tuhan
SOSOK Ipong Muchlissoni dalam blantika politik di Ponorogo cukup
fenomenal. Pria asli kelahiran Kauman, Pasar Pon, itu praktis baru kemarin sore
datang dan merambah kancah politik di Bumi Reyog. Belum genap tiga bulan
namanya muncul sebagai kandidat Bupati Ponorogo. Dia sekitar tiga puluh tahun
merantau ke ibukota Kaltim, Samarinda. Di sana namanya sebagai tokoh politik
dan pengusaha sukses, hampir dikenali tiap orang. Kendati relatif anyar di panggung politik Kota Reyog,
popularitas Ipong tampaknya sudah melambung tinggi. Bersamaan meroketnya
popularitas Ipong, benar pula peribahasa tua: makin tinggi pohon, makin kencang
pula angin menerpa. Gosip sepekan terakhir
berembus deras ke sebagian kelompok masyarakat Ponorogo, seolah-olah
Ipong bakal gagal maju sebagai Cabup karena tidak mendapatkan cukup partai.
Dimintai tanggapannya atas isu dirinya tak bisa maju Pilkada,
Ipong malah tertawa terkekeh-kekeh. “Saya justru sampaikan terima kasih kepada pembuat
isu. Dengan begitu ‘kan nama saya menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Saya
jadi lebih dikenal rakyat Ponorogo. Dan saya yakin tidak semua mereka percaya
isu-isu murahan itu. Ada yang makin simpati dan empati kepada saya. Makin diuntungkan saya, hayo. Jadi biarlah
semuanya kembali kepada masyarakat untuk menyikapinya. Dan biarkan waktu kelak
akan menjawab, apa isu itu benar atau nggak,” kata Ipong kepada koran ini,
kemarin.
Ipong menyatakan, dalam suasana kompetisi politik seperti
menjelang Pilkada di Ponorogo ini, lumrah ada macam-macam manuver, termasuk
peredaran gosip. Hanya saja, dia sangat tidak tertarik melakukan langkah
pemenangan politik dengan cara menebar isu kacangan karena belum tentu
benar. “ Kalau menebar isu Ipong nanti
nggak maju, sesungguhnya kok seperti mendului kehendak Tuhan. Kalau nanti
ternyata bisa maju, lalu kelak bilang apa? Kan nggak ada gunanya kerja politik
seperti itu, makanya saya tidak tertarik dan tidak akan pernah sama sekali melakukan
cara macam itu. Selain tidak menyehatkan demokrasi, belum tentu mengundang
simpati rakyat. Kalau saya suka adu program, bisa dinilai rakyat, dan bagus
untuk membangun demokrasi,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Ipong mengakui, betul sampai kini dirinya belum mendapatkan
rekomendasi atau keputusan dari semua partai yang telah dilobinya. Tapi
pengertian belum, bukan berarti nanti tidak. Dia menjelaskan, salah satu syarat
bagi induk partai untuk menerbitkan keputusan calon Kepala Daerah, maka nama yang harus diusung bersifat
pasangan. Ada Calon Bupati, ada Calon Wakil Bupatinya. “La sekarang ini,
partai-partai yang akan mendukung saya, sudah ngejar nama Calon Wakil untuk
diuruskan rekomendasi. Sementara saya belum menentukan wakil, jadi ya belum
bisa mengurus rekom. Tapi pada saatnya ya diurus,” kata Ipong dalam nada bicara
santai.
Saat didesak berulang-ulang atas rencana partai pengusungnya,
Ipong hanya memberikan penjelasan begini, : “Saat memutuskan akan maju menjadi
Calon Bupati Ponorogo, intinya saya sudah tahu harus menyiapkan apa-apa saja.
Termasuk kesiapan partai pengusung”. Karenanya, Ipong berpesan kepada para
pendukungnya agar tak mudah larut bergoyang terhadap irama musik yang dimainkan
orang. “Saya mengimbau kepada para pendukung saya di seluruh wilayah pelosok
Ponorogo agar tetap teguh-kukuh, jangan samai terombang-ambing oleh isu,”
pintanya.
Ipong menegaskan, sampai saat ini secara resmi belum satu pun
kandidat Bupati Ponorogo telah mendapat surat keputusan pencalonan dari partai
dalam jumlah yang cukup syarat. Dan faktanya baru satu partai yang telah
menerbitkan keputusan pencalonan, yakni Nasdem mencalonkan saya. yang lain
belum,” jelas Ipong.
Nasdem Resmi Usung Ipong , Parpol Pertama yang Putuskan Cabup Ponorogo
Nasdem Resmi Usung Ipong
Parpol Pertama yang Putuskan Cabup Ponorogo
PONOROGO-Teka-teki politik menyongsong Pemilihan Bupati
(Pilbup) Ponorogo 2015 tentang siapa akan diusung partai apa, mulai meletus. Partai
Nasional Demokrat alias Nasdem menancapkan sejarah sebagai partai pertama yang
berhasil menetapkan calon yang akan dilagakan dalam Pilkada di Kota Reyog.
Nasdem secara resmi telah memutuskan mengusung Ipong Muchlissoni sebagai Calon
Bupati (Cabup).
Sikap resmi Nasdem mencalonkan Ipong tertuang dalam Surat
Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP)
Nomor: 154-SI/DPP-NASDEM/VI/2015 tertanggal 10 Juni 2015. Keputusan
tersebut diteken langsung Surya Paloh (Ketua Umum) dan Patrice Rio Capella (Sekretaris
Jenderal) . Soal Wakil Bupati (Wabup),
Nasdem menyerahkan sepenuhnya kepada Ipong, dan secara legalitas akan diproses
menyusul . Penetapan Ipong sebagai Cabup
mengesankan Nasdem sebagai partai modern dan terbuka, tidak kaku terhadap
haluan koalisi di tingkat pusat. Dalam
konfigurasi politik di tataran nasional, Nasdem berada di haluan Koalisi
Indonesia Hebat (KIH) yang terdiri atas Partai Kebangkitan Bangsa, PDI
Perjuangan dan Partai Hanura. Sementara Ipong merupakan kader Partai
Gerindra, di mana partai pimpinan
Prabowo itu di pusat berhaluan pada
Koalisi Merah Putih (KMP) yang segrup dengan Partai Golkar, PAN, PKS dan
Demokrat.
Terhadap kesan
pergeseran koalisi itu, Ketua DPD Nasdem Ponorogo Syafudin Dimyati menyatakan sikap
partainya dalam Pilkada meletakkan acuan utama pada
kepentingan rakyat berada di skala
teratas. Maksudnya, ia menguraikan,
karena menyangkut kepentingan khalayak luas dan kemajuan daerah, dalam
menentuan calon pemimpin, Nasdem lebih mengutamakan bobot dan kapabilitas figur
yang akan dicalonkan. Kepentingan partai ditempatkan di nomor sekian. “Pertimbangan
utama Pak Surya Paloh memilih Pak Ipong karena kualitas figur, serta visi
misinya sejalan dengan platform
Nasdem tentang restorasi Indonesia dan gerakan perubahan. Setelah Pak Ipong menyampaikan gagasan dan programnya di hadapan pimpinan
Nasdem di Jakarta, Pak Surya langsung mengambil sikap. Nasdem diminta Pak Surya
mendukung sepenuhnya agar program Pak Ipong terwujud di Ponorogo. Nasdem tidak
meminta syarat tertentu, apalagi mahar,” kata Udin, sapaan akrab Syafudin
Dimyati yang didampingi sekretarisnya H. M. Taufiq Nazamudin dalam konferensi
pers di Markas Nasdem, Rabu (17/6) sore silam.
Mengenai
latar-belakang proses penetapan Ipong sebagai Cabup Nasdem, Udin menjelaskan prosedurnya dimulai dari
tahap seleksi di tingkat kabupaten. DPD Nasdem Ponorogo membentuk Panitia
Seleksi (Pansel) yang bertugas menjaring kandidat. Sejumlah nama dinyatakan masuk kualifikasi
kandidat Bupati. Semua kandidat dianalisa plus-minusnya, lalu diajukan ke
jenjang provinsi (Dewan Pimpinan Wilayah). Setelah disaring, DPW Nasdem Jatim mengusulkan
beberapa nama ke DPP Nasdem di Jakarta.
Berdasarkan kewenangannya, DPP Nasdem lantas memilih nama Ipong. Begitulah sekilar prosedur yang mengikat
Nasdem dalam menentukan Calon Kepala Daerah.
Dikonfirmasi di tempat terpisah atas keputusan Nasdem, Ipong
secara lugas menyampaikan dua hal.
Pertama, ia mengaku senang dan berterimakasih kepada pimpinan Nasdem
yang memberikan kehormatan bagi dirinya untuk dipercaya maju sebagai Cabup
Ponorogo. Kedua, dengan keputusan itu Ipong berharap kepada seluruh jajaran dan
keluarga besar Nasdem untuk menyatukan tekad dalam satu barisan perjuangan pada
arus besar untuk mewujudkan perubahan pemerintahan di Ponorogo. Di sisi lain, Ipong mengakui, keputusan
Nasdem telah memacu motivasinya untuk
terus bergerak langsung kepada rakyat guna menjelaskan konsep programnya bila
kelak terpilih menjadi Bupati. Saat ditanya perihal partai lain yang akan
mengusungnya, Ipong menjawab begini,”
Insya Allah saya bisa maju dan didukung
partai dengan jumlah kursi yang cukup memenuhi syarat”.
Hal senada disampaikan secara terpisah oleh Supriyanto, Ketua
DPC Partai Gerindra Ponorogo sekaligus Ketua Tim Pemenangan Ipong. Saat ditanya keputusan Gerindra mencalonkan
Ipong, Supriyanto menyatakan hal itu praktis tinggal menunggu waktu. “Gerindra
justru sekarang ini menunggu Mas Ipong, siapa Calon Wakil Bupati yang akan
digandeng. Kalau nama Calon Wakilnya
sudah ada, tidak perlu waktu lama DPP Gerindra akan menerbitkan keputusan untuk
mencalonkan Mas Ipong dan pasangannya. Begitu juga partai lain yang selama ini
sudah sepakat dengan Mas Ipong, seperti PKS,” kata Supriyanto meyakinkan.
Minggu, 14 Juni 2015
Kamis, 04 Juni 2015
Ipong Kontrak Politik Rp 300 Juta Per Desa Per Tahun
Ipong Kontrak Politik Rp 300 Juta Per Desa Per Tahun
Program Tambahan Anggaran Khusus Perbaikan Jalan Desa
PONOROGO - Manuver Ipong Muchlissoni untuk maju menjadi Calon
Bupati Ponorogo 2015 tak bisa
diremehkan. Dia tampak jeli, dengan
segera merespons keluhan mayoritas rakyat kabupaten ini terhadap kerusakan
jalan-jalan poros desa dan lintas kecamatan dengan suatu program yang cukup taktis. Program itu intinya bila kelak Ipong terpilih
menjadi Bupati, akan menganggarkan dana khusus perbaikan jalan desa sebesar Rp
300 juta per desa per tahun. Menyangkut program terobosan itu, Ipong tidak main-main karena berani kontrak
politik dengan pertaruhan besar, yakni bersedia
mundur dari jabatan Bupati.
Kontrak politik dilakukan secara simbolis antara Ipong dengan
Supriyanto, Kepala Dusun Poko, Desa Poko,
Kecamatan Jambon, di depan ribuan tokoh masyarakat di Gedung Graha Nirwana,
Ahad kemarin. Sekitar 1300 Kepala Dusun (Kasun) se Kabupaten Ponorogo turut
menyaksikan penandatangan kontrak politik Ipong. Dalam kontrak itu diatur, jika Ipong dipercaya
menjadi Bupati Ponorogo dan dua tahun setelah berwenang menyusun Rancangan APBD
tidak berhasil mengalokasikan dana khusus perbaikan jalan sebesar Rp 300 juta
per desa per tahun, dia bertekad mundur dari jabatan Bupati. Program khusus itu
di luar anggaran yang sudah ada dalam ketentuan peraturan yang berlaku saat
ini, seperti anggaran Rp 1 milyar per desa dan sebagainya. “Untuk apa saya jadi Bupati kalau tidak bisa
berbuat untuk kepentingan masyarakat? Lebih baik saya mundur , ” kata Ipong,
memperjelas komitmennya kepada wartawan seusai acara.
Pengusaha asli kelahiran Kauman, Pasar Pon, Ponorogo itu
menguraikan, program anggaran khusus Rp 300 juta per desa itu sangat masuk
akal. Dia menjelaskan, dengan jumlah desa di Ponorogo sekitar 300, bila
dikalikan Rp 300 juta, maka total kebutuhan dana sekitar Rp 90 milyar. Dengan
mengevaluasi program dan kegiatan Pemkab Ponorogo selama ini, maka penyediaan
dana Rp 90 milyar setahun sangat realitis untuk dijalankan. Ipong menuturkan, dalam konsepnya
sementara, anggaran khusus perbaikan
jalan desa kelak akan ditransfer ke pemerintah desa, untuk dikelola sesuai
peruntukan program, dengan model padat karya. Tata cara pelaksanaan dan
penggunaannya akan diatur dengan peraturan yang sah sebagai payung hukum.
Dengan pola sepeti itu, masyarakat bersama pemerintah desa bisa menentukan
bentuk perbaikan jalan yang efektif dan efisien berdasarkan kondisi
masing-masing desa. Mau bentuk cor atau rabat, paving blok atau jenis lain,
masyarakat desa diberi ruang lebar agar terlibat dalam proses perencanaan.
Sebelum penandatanganan kontrak, Ipong mengupas berbagai
persoalan, faktor penghambat dan potensi Ponorogo, yang harus disikapi melalui
kebijakan publik yang lebih baik ke depannya. Dalam acara itu, Ipong tampak
didampingi Ketua DPC Gerindra Ponorogo Supriyanto dan Ketua DPD PPP Ponorogo
Ahmad Sutiyo. Ipong menyampaikan, dari data yang dihimpunnya, persentase
kerusakan jalan-jalan poros desa di Ponorogo mencapai lebih dari 50 persen.
Dari masalah itu, ia menyatakan akan membangun manajemen dan sistem pengelolaan
jalan di Ponorogo yang mampu menjawab kebutuhan secara cepat dan berkelanjutan.
Di antaranya, perlu ada perangkat online untuk alat kontrol bagi Bupati, serta
gugus tugas khusus perbaikan jalan rusak, semacam Mandor Jalan seperti zaman
dulu. Jika ada kerusakan jalan, mandor segera bergerak, agar kerusakan tidak semakin
parah.
Sedangkan perangkat online antara lain memuat peta jalan yang
rusak, yang bagus, termasuk media yang mampu menjadi tempat mengadu bagi
rakyat. “Misalnya dengan hand phone, rakyat bisa memotret jalan rusak di
kampungnya, lalu mengirim ke perangkat online itu. Nah, bupatinya lalu melihat
dan tinggal menegur Kadesnya, cepat atasi. Kalau nggak ada cara seperti itu,
mungkin Bupati nggak pernah tahu keadaan jalan desa seperti apa,” ujar Ipong.
PASAR INDUK PERTANIAN
Dalam paparannya, ia juga mengaitkan rencana modernisasi
pertanian di Ponorogo dengan masalah kemiskinan yang cukup menonjol.
Berdasarkan Sensus Pertanian Tahun 2013, jumlah penduduk miskin di Ponorogo
mencapai 100.425 jiwa, di atas Pacitan, Trenggalek dan Tulungagung. “Tahun 2013
tren angka kemiskinan di Ponorogo cukup merisaukan. Modernisasi pertanian harus
ditempuh, selain untuk menyerap pengangguran juga diupayakan untuk meningkatkan
pendapatan masyarakat,” kata Ipong.
Salah satu cara untuk memajukan sektor pertanian di Ponorogo,
menurut Ipong, pemerintah daerah harus betul-betul hadir melalui kebijakannya
yang tepat. Program penting untuk menopang sektor pertanian yang sdang
disiapkan Ipong bila menjadi Bupati adalah pebangunan pasar induk agrobis,
dengan fasilitas yag memadai dan nyaman. Sehingga petani dengan mudah memnjual
hasil panen ke pasar tersebut, di sisi lain pedagang besar dari daerah lain
juga mudah bertransaksi. Pasar tersebut diarahkan untuk memicu tumbuhnya
industry berbasis pertanian. Kepada para tokoh masyarkat yang hadir, Ipong
meminta tolong agar komitmen dan program pokoknya segera disampaikan kepada
para tetangga dan kerabat masing-masing. Dia meyakinkan, sepanjang pimpinan
daerah mampu mengelola dengan tepat potensi yang ada, masyarakat Ponorogo bisa makin
sejahtera. Menjelang acara berakhir, para undangan tampak berebut untuk salaman
dengan Ipong. Dengan gayanya yang murah senyum dan bersahabat, Ipong seakan tak
lelah menyalami satu per satu tokoh yang berpamitan akan pulang.
Langganan:
Postingan (Atom)
