Jumat, 19 Juni 2015

Datangi Kantor Rini Soemarno, Prabowo: BUMN Tak Boleh Dijual ke Asing

Jakarta -Sore ini Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mendatangi kantor Menteri BUMN Rini Soemarno. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 16.35 WIB hingga 17.55 WIB. Apa isinya?

"Tadi kami memberi masukan dan saran. Akhirnya kita dapat suatu gambaran. Alhamdullilah pemikirannya juga sama. BUMN nggak boleh dijual dan harus diperkuat. Yang penting itu," jelas Prabowo di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/6/2015).

Menggunakan batik lengan panjang, Prabowo mengatakan, dirinya memberikan saran, konsep, dan dukungan kepada Rini. Menurut Prabowo, Rini menerima masukan darinya dengan baik.

"Yang penting bagi kita BUMN harus kuat dan nggak boleh jatuh ke tangan asing. Industri, Indonesia harus kuasai," jelasnya.

Prabowo juga baru tahu, kedatangannya itu bertepatan dengan hari ulang tahun Rini ke-57.

"Saya baru tahu karena melihat karangan bunga dan kue-kue, maka saya ucapkan selamat ulang tahun," katanya.

sumber : http://finance.detik.com/read/2015/06/09/184222/2937744/4/datangi-kantor-rini-soemarno-prabowo-bumn-tak-boleh-dijual-ke-asing

Kamis, 18 Juni 2015

Diisukan Tidak Dapat Partai, Ipong : Kok Mendului Tuhan



Diisukan Tidak Dapat Partai,
Ipong : Kok Mendului Tuhan

SOSOK Ipong Muchlissoni dalam blantika politik di Ponorogo cukup fenomenal. Pria asli kelahiran Kauman, Pasar Pon, itu praktis baru kemarin sore datang dan merambah kancah politik di Bumi Reyog. Belum genap tiga bulan namanya muncul sebagai kandidat Bupati Ponorogo. Dia sekitar tiga puluh tahun merantau ke ibukota Kaltim, Samarinda. Di sana namanya sebagai tokoh politik dan pengusaha sukses, hampir dikenali tiap orang. Kendati relatif  anyar di panggung politik Kota Reyog, popularitas Ipong tampaknya sudah melambung tinggi. Bersamaan meroketnya popularitas Ipong, benar pula peribahasa tua: makin tinggi pohon, makin kencang pula angin menerpa. Gosip sepekan terakhir  berembus deras ke sebagian kelompok masyarakat Ponorogo, seolah-olah Ipong bakal gagal maju sebagai Cabup karena tidak mendapatkan cukup partai.   
Dimintai tanggapannya atas isu dirinya tak bisa maju Pilkada, Ipong malah tertawa terkekeh-kekeh. “Saya justru sampaikan terima kasih kepada pembuat isu. Dengan begitu ‘kan nama saya menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Saya jadi lebih dikenal rakyat Ponorogo. Dan saya yakin tidak semua mereka percaya isu-isu murahan itu. Ada yang makin simpati dan empati kepada saya.  Makin diuntungkan saya, hayo. Jadi biarlah semuanya kembali kepada masyarakat untuk menyikapinya. Dan biarkan waktu kelak akan menjawab, apa isu itu benar atau nggak,” kata Ipong kepada koran ini, kemarin.
Ipong menyatakan, dalam suasana kompetisi politik seperti menjelang Pilkada di Ponorogo ini, lumrah ada macam-macam manuver, termasuk peredaran gosip. Hanya saja, dia sangat tidak tertarik melakukan langkah pemenangan politik dengan cara menebar isu kacangan karena belum tentu benar.  “ Kalau menebar isu Ipong nanti nggak maju, sesungguhnya kok seperti mendului kehendak Tuhan. Kalau nanti ternyata bisa maju, lalu kelak bilang apa? Kan nggak ada gunanya kerja politik seperti itu, makanya saya tidak tertarik dan tidak akan pernah sama sekali melakukan cara macam itu. Selain tidak menyehatkan demokrasi, belum tentu mengundang simpati rakyat. Kalau saya suka adu program, bisa dinilai rakyat, dan bagus untuk membangun demokrasi,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Ipong mengakui, betul sampai kini dirinya belum mendapatkan rekomendasi atau keputusan dari semua partai yang telah dilobinya. Tapi pengertian belum, bukan berarti nanti tidak. Dia menjelaskan, salah satu syarat bagi induk partai untuk menerbitkan keputusan calon Kepala Daerah,  maka nama yang harus diusung bersifat pasangan. Ada Calon Bupati, ada Calon Wakil Bupatinya. “La sekarang ini, partai-partai yang akan mendukung saya, sudah ngejar nama Calon Wakil untuk diuruskan rekomendasi. Sementara saya belum menentukan wakil, jadi ya belum bisa mengurus rekom. Tapi pada saatnya ya diurus,” kata Ipong dalam nada bicara santai.
Saat didesak berulang-ulang atas rencana partai pengusungnya, Ipong hanya memberikan penjelasan begini, : “Saat memutuskan akan maju menjadi Calon Bupati Ponorogo, intinya saya sudah tahu harus menyiapkan apa-apa saja. Termasuk kesiapan partai pengusung”.  Karenanya, Ipong berpesan kepada para pendukungnya agar tak mudah larut bergoyang terhadap irama musik yang dimainkan orang. “Saya mengimbau kepada para pendukung saya di seluruh wilayah pelosok Ponorogo agar tetap teguh-kukuh, jangan samai terombang-ambing oleh isu,” pintanya.
Ipong menegaskan, sampai saat ini secara resmi belum satu pun kandidat Bupati Ponorogo telah mendapat surat keputusan pencalonan dari partai dalam jumlah yang cukup syarat. Dan faktanya baru satu partai yang telah menerbitkan keputusan pencalonan, yakni Nasdem mencalonkan saya. yang lain belum,” jelas Ipong.

Nasdem Resmi Usung Ipong , Parpol Pertama yang Putuskan Cabup Ponorogo



Nasdem Resmi Usung Ipong

Parpol Pertama yang Putuskan Cabup Ponorogo

PONOROGO-Teka-teki politik menyongsong Pemilihan Bupati (Pilbup) Ponorogo 2015 tentang siapa akan diusung partai apa, mulai meletus. Partai Nasional Demokrat alias Nasdem menancapkan sejarah sebagai partai pertama yang berhasil menetapkan calon yang akan dilagakan dalam Pilkada di Kota Reyog. Nasdem secara resmi telah memutuskan mengusung Ipong Muchlissoni sebagai Calon Bupati (Cabup).
Sikap resmi Nasdem mencalonkan Ipong tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP)  Nomor: 154-SI/DPP-NASDEM/VI/2015 tertanggal 10 Juni 2015. Keputusan tersebut diteken langsung Surya Paloh (Ketua Umum) dan Patrice Rio Capella (Sekretaris Jenderal) .  Soal Wakil Bupati (Wabup), Nasdem menyerahkan sepenuhnya kepada Ipong, dan secara legalitas akan diproses menyusul .  Penetapan Ipong sebagai Cabup mengesankan Nasdem sebagai partai modern dan terbuka, tidak kaku terhadap haluan koalisi di tingkat pusat.  Dalam konfigurasi politik di tataran nasional, Nasdem berada di haluan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang terdiri atas Partai Kebangkitan Bangsa, PDI Perjuangan dan Partai Hanura. Sementara Ipong merupakan kader Partai Gerindra,  di mana partai pimpinan Prabowo itu di pusat  berhaluan pada Koalisi Merah Putih (KMP) yang segrup dengan Partai Golkar, PAN, PKS dan Demokrat.
Terhadap  kesan pergeseran koalisi itu, Ketua DPD Nasdem Ponorogo Syafudin Dimyati menyatakan sikap partainya dalam Pilkada meletakkan acuan utama pada kepentingan rakyat  berada di skala teratas. Maksudnya, ia menguraikan,  karena menyangkut kepentingan khalayak luas dan kemajuan daerah, dalam menentuan calon pemimpin, Nasdem lebih mengutamakan bobot dan kapabilitas figur yang akan dicalonkan. Kepentingan partai ditempatkan di nomor sekian. “Pertimbangan utama Pak Surya Paloh memilih Pak Ipong karena kualitas figur, serta visi misinya sejalan dengan platform Nasdem tentang restorasi Indonesia dan gerakan perubahan.  Setelah Pak Ipong menyampaikan  gagasan dan programnya di hadapan pimpinan Nasdem di Jakarta, Pak Surya langsung mengambil sikap. Nasdem diminta Pak Surya mendukung sepenuhnya agar program Pak Ipong terwujud di Ponorogo. Nasdem tidak meminta syarat tertentu, apalagi mahar,” kata Udin, sapaan akrab Syafudin Dimyati yang didampingi sekretarisnya H. M. Taufiq Nazamudin dalam konferensi pers di Markas Nasdem, Rabu (17/6) sore silam.
 Mengenai latar-belakang proses penetapan Ipong sebagai Cabup Nasdem,  Udin menjelaskan prosedurnya dimulai dari tahap seleksi di tingkat kabupaten. DPD Nasdem Ponorogo membentuk Panitia Seleksi (Pansel) yang bertugas menjaring kandidat.  Sejumlah nama dinyatakan masuk kualifikasi kandidat Bupati. Semua kandidat dianalisa plus-minusnya, lalu diajukan ke jenjang provinsi (Dewan Pimpinan Wilayah).  Setelah disaring, DPW Nasdem Jatim mengusulkan beberapa nama ke DPP Nasdem di Jakarta.  Berdasarkan kewenangannya, DPP Nasdem lantas memilih nama Ipong.  Begitulah sekilar prosedur yang mengikat Nasdem dalam menentukan Calon Kepala Daerah.
Dikonfirmasi di tempat terpisah atas keputusan Nasdem, Ipong secara lugas menyampaikan dua hal.  Pertama, ia mengaku senang dan berterimakasih kepada pimpinan Nasdem yang memberikan kehormatan bagi dirinya untuk dipercaya maju sebagai Cabup Ponorogo. Kedua, dengan keputusan itu Ipong berharap kepada seluruh jajaran dan keluarga besar Nasdem untuk menyatukan tekad dalam satu barisan perjuangan pada arus besar untuk mewujudkan perubahan pemerintahan di Ponorogo.  Di sisi lain, Ipong mengakui, keputusan Nasdem  telah memacu motivasinya untuk terus bergerak langsung kepada rakyat guna menjelaskan konsep programnya bila kelak terpilih menjadi Bupati. Saat ditanya perihal partai lain yang akan mengusungnya, Ipong  menjawab begini,” Insya Allah saya bisa maju dan didukung  partai dengan jumlah kursi yang cukup memenuhi syarat”.
Hal senada disampaikan secara terpisah oleh Supriyanto, Ketua DPC Partai Gerindra Ponorogo sekaligus Ketua Tim Pemenangan Ipong.  Saat ditanya keputusan Gerindra mencalonkan Ipong, Supriyanto menyatakan hal itu praktis tinggal menunggu waktu. “Gerindra justru sekarang ini menunggu Mas Ipong, siapa Calon Wakil Bupati yang akan digandeng.  Kalau nama Calon Wakilnya sudah ada, tidak perlu waktu lama DPP Gerindra akan menerbitkan keputusan untuk mencalonkan Mas Ipong dan pasangannya. Begitu juga partai lain yang selama ini sudah sepakat dengan Mas Ipong, seperti PKS,” kata Supriyanto meyakinkan.

Kamis, 04 Juni 2015

Video Kontrak Politik H Ipong Muchlissoni dengan Masyarakat Ponorogo


Ipong Kontrak Politik Rp 300 Juta Per Desa Per Tahun



Ipong Kontrak Politik Rp 300 Juta Per Desa Per Tahun

Program Tambahan Anggaran Khusus Perbaikan Jalan Desa



PONOROGO - Manuver Ipong Muchlissoni untuk maju menjadi Calon Bupati Ponorogo 2015  tak bisa diremehkan.  Dia tampak jeli, dengan segera merespons keluhan mayoritas rakyat kabupaten ini terhadap kerusakan jalan-jalan poros desa dan lintas kecamatan dengan suatu program  yang cukup taktis.  Program itu intinya bila kelak Ipong terpilih menjadi Bupati, akan menganggarkan dana khusus perbaikan jalan desa sebesar Rp 300 juta per desa per tahun. Menyangkut program terobosan itu,  Ipong tidak main-main karena berani kontrak politik dengan pertaruhan besar,  yakni bersedia mundur dari jabatan Bupati.
Kontrak politik dilakukan secara simbolis antara Ipong dengan Supriyanto, Kepala Dusun Poko, Desa Poko,  Kecamatan Jambon, di depan ribuan tokoh masyarakat di Gedung Graha Nirwana, Ahad kemarin. Sekitar 1300 Kepala Dusun (Kasun) se Kabupaten Ponorogo turut menyaksikan penandatangan kontrak politik Ipong.  Dalam kontrak itu diatur, jika Ipong dipercaya menjadi Bupati Ponorogo dan dua tahun setelah berwenang menyusun Rancangan APBD tidak berhasil mengalokasikan dana khusus perbaikan jalan sebesar Rp 300 juta per desa per tahun, dia bertekad mundur dari jabatan Bupati. Program khusus itu di luar anggaran yang sudah ada dalam ketentuan peraturan yang berlaku saat ini, seperti anggaran Rp 1 milyar per desa dan sebagainya.  “Untuk apa saya jadi Bupati kalau tidak bisa berbuat untuk kepentingan masyarakat? Lebih baik saya mundur , ” kata Ipong, memperjelas komitmennya kepada wartawan seusai acara.
Pengusaha asli kelahiran Kauman, Pasar Pon, Ponorogo itu menguraikan, program anggaran khusus Rp 300 juta per desa itu sangat masuk akal. Dia menjelaskan, dengan jumlah desa di Ponorogo sekitar 300, bila dikalikan Rp 300 juta, maka total kebutuhan dana sekitar Rp 90 milyar. Dengan mengevaluasi program dan kegiatan Pemkab Ponorogo selama ini, maka penyediaan dana Rp 90 milyar setahun sangat realitis untuk dijalankan.  Ipong menuturkan, dalam konsepnya sementara,  anggaran khusus perbaikan jalan desa kelak akan ditransfer ke pemerintah desa, untuk dikelola sesuai peruntukan program, dengan model padat karya. Tata cara pelaksanaan dan penggunaannya akan diatur dengan peraturan yang sah sebagai payung hukum. Dengan pola sepeti itu, masyarakat bersama pemerintah desa bisa menentukan bentuk perbaikan jalan yang efektif dan efisien berdasarkan kondisi masing-masing desa. Mau bentuk cor atau rabat, paving blok atau jenis lain, masyarakat desa diberi ruang lebar agar terlibat dalam proses perencanaan.   
Sebelum penandatanganan kontrak, Ipong mengupas berbagai persoalan, faktor penghambat dan potensi Ponorogo, yang harus disikapi melalui kebijakan publik yang lebih baik ke depannya. Dalam acara itu, Ipong tampak didampingi Ketua DPC Gerindra Ponorogo Supriyanto dan Ketua DPD PPP Ponorogo Ahmad Sutiyo. Ipong menyampaikan, dari data yang dihimpunnya, persentase kerusakan jalan-jalan poros desa di Ponorogo mencapai lebih dari 50 persen. Dari masalah itu, ia menyatakan akan membangun manajemen dan sistem pengelolaan jalan di Ponorogo yang mampu menjawab kebutuhan secara cepat dan berkelanjutan. Di antaranya, perlu ada perangkat online untuk alat kontrol bagi Bupati, serta gugus tugas khusus perbaikan jalan rusak, semacam Mandor Jalan seperti zaman dulu. Jika ada kerusakan jalan, mandor segera bergerak, agar kerusakan tidak semakin parah.
Sedangkan perangkat online antara lain memuat peta jalan yang rusak, yang bagus, termasuk media yang mampu menjadi tempat mengadu bagi rakyat. “Misalnya dengan hand phone, rakyat bisa memotret jalan rusak di kampungnya, lalu mengirim ke perangkat online itu. Nah, bupatinya lalu melihat dan tinggal menegur Kadesnya, cepat atasi. Kalau nggak ada cara seperti itu, mungkin Bupati nggak pernah tahu keadaan jalan desa seperti apa,” ujar Ipong.




PASAR INDUK PERTANIAN

Dalam paparannya, ia juga mengaitkan rencana modernisasi pertanian di Ponorogo dengan masalah kemiskinan yang cukup menonjol. Berdasarkan Sensus Pertanian Tahun 2013, jumlah penduduk miskin di Ponorogo mencapai 100.425 jiwa, di atas Pacitan, Trenggalek dan Tulungagung. “Tahun 2013 tren angka kemiskinan di Ponorogo cukup merisaukan. Modernisasi pertanian harus ditempuh, selain untuk menyerap pengangguran juga diupayakan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Ipong.
Salah satu cara untuk memajukan sektor pertanian di Ponorogo, menurut Ipong, pemerintah daerah harus betul-betul hadir melalui kebijakannya yang tepat. Program penting untuk menopang sektor pertanian yang sdang disiapkan Ipong bila menjadi Bupati adalah pebangunan pasar induk agrobis, dengan fasilitas yag memadai dan nyaman. Sehingga petani dengan mudah memnjual hasil panen ke pasar tersebut, di sisi lain pedagang besar dari daerah lain juga mudah bertransaksi. Pasar tersebut diarahkan untuk memicu tumbuhnya industry berbasis pertanian. Kepada para tokoh masyarkat yang hadir, Ipong meminta tolong agar komitmen dan program pokoknya segera disampaikan kepada para tetangga dan kerabat masing-masing. Dia meyakinkan, sepanjang pimpinan daerah mampu mengelola dengan tepat potensi yang ada, masyarakat Ponorogo bisa makin sejahtera. Menjelang acara berakhir, para undangan tampak berebut untuk salaman dengan Ipong. Dengan gayanya yang murah senyum dan bersahabat, Ipong seakan tak lelah menyalami satu per satu tokoh yang berpamitan akan pulang.