Rabu, 19 Agustus 2015

IPONG IKUT UPACARA “BOSO JOWO”



Dielu-elukan Ratusan Pedagang Pasar Legi



PONOROGO—Ratusan pedagang di Pasar Legi punya tradisi unik setiap musim perayaan HUT Kemerdekaan RI. Mereka menyelenggarakan upacara peringatan pada 17 Agustus silam, dengan cara berbeda dari umumnya. Semua rangkaian tata cara upacara menggunakan Bahasa Jawa (boso Jowo). Kehadiran pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Ipong Muchlissoni-Soedjarno, ternyata menyedot perhatian ribuan pedagang dan penonton. Sebubar upacara, mereka merubung Ipong dan rebutan berjabat tangan. Ipong, Djarno dan rombongan lantas membaur dengan massa duduk di tikar sambil menyantap nasi tumpeng.

Peserta upacara sebanyak 700 orang, sebagian besar mengenakan pakaian tradisional reyog. Saat mereka berupacara, ratusan kelompok masyarakat lain menyaksikan. Mulai dari tukang becak, tukang sayur, bahkan warga rumahan yang secara khusus datang bersama keluarga mencari hiburan. Di antara penonton ada yang terkekeh-kekeh, melihat dan mendengar tradisi yang lucu dalam upacara. Misalnya, saat komandan upacara menyiapkan pasukan, dengan bahasa begini,” Pasukan podho siogo…..” Atau saat Inspektur upacara menimpali,”….Ora ndlomok….kabeh pasukan wis siogo…”
Yang bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Riyanto, Ketua Pegayuban Pedagang Pasar Legi Selatan (PPLS). Prosesi berlanjut hingga ke pasca upacara. Setelah upacara, ditandai pemotongan tumpeng, dan sebagian secara khusus diberikan kepada Ipong, Djarno dan tamu kehormatan lainnya. Mulai saat itulah massa tampak antusias mengelu-elukan Ipong. Lantas terjadi dialog antara Ipong dengan para pedagang pasar. Pada intinya, pedagang mengeluhkan hasil penjualan mereka semakin anjlok. Ipong menyatakan, soal Pasar Legi kidul ia tahu betul sejak kecil, dan merupakan pasar legendaris. “Kalau sekarang ada masalah, saya mungkin baru bisa berbuat maksimal setelah memiliki kekuasaan sebagai Bupati. Kalau saya terpilih, nanti manajemen pengelolaannya jelas akan saya perbaiki. Baru itu saya bisa menanggapi, prinsipnya saya akan memperhatikan perbaikan atas kekuarangan manajemen Pasar Legi, itu kalau saya terpilih,” kata Ipong disambut tepuk riuh.

Paguyuban pedagang sengaja mengundang ke acara itu, karena mereka yakin sosok Ipong sebagai pengusaha mampu membaca secara tajam persoalan pedagang. Di sisi lain, mereka mendapat informasi, bahwa meskipun bukan menggunakan dana pemerintah, Ipong berhasil membangun pasar modern di Kecamatan Palaran, Samarinda. “Kalau dengan kekuatan dana pribadi sebagai pengusaha saja sudah bisa menjawab kebutuhan pedagang tradisional di Samarinda, kalau Pak Ipong jadi bupati di tanah leluhurnya, mestinya gampang mengatasi masalah Pasar Legi,” kata seorang pedagang perempuan, Sundari. Itu salah satu alasan mereka menghadirkan Ipong pada upacara khusus. (Supriyadi - Ponorogo Pos)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar