Kamis, 18 Juni 2015

Diisukan Tidak Dapat Partai, Ipong : Kok Mendului Tuhan



Diisukan Tidak Dapat Partai,
Ipong : Kok Mendului Tuhan

SOSOK Ipong Muchlissoni dalam blantika politik di Ponorogo cukup fenomenal. Pria asli kelahiran Kauman, Pasar Pon, itu praktis baru kemarin sore datang dan merambah kancah politik di Bumi Reyog. Belum genap tiga bulan namanya muncul sebagai kandidat Bupati Ponorogo. Dia sekitar tiga puluh tahun merantau ke ibukota Kaltim, Samarinda. Di sana namanya sebagai tokoh politik dan pengusaha sukses, hampir dikenali tiap orang. Kendati relatif  anyar di panggung politik Kota Reyog, popularitas Ipong tampaknya sudah melambung tinggi. Bersamaan meroketnya popularitas Ipong, benar pula peribahasa tua: makin tinggi pohon, makin kencang pula angin menerpa. Gosip sepekan terakhir  berembus deras ke sebagian kelompok masyarakat Ponorogo, seolah-olah Ipong bakal gagal maju sebagai Cabup karena tidak mendapatkan cukup partai.   
Dimintai tanggapannya atas isu dirinya tak bisa maju Pilkada, Ipong malah tertawa terkekeh-kekeh. “Saya justru sampaikan terima kasih kepada pembuat isu. Dengan begitu ‘kan nama saya menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Saya jadi lebih dikenal rakyat Ponorogo. Dan saya yakin tidak semua mereka percaya isu-isu murahan itu. Ada yang makin simpati dan empati kepada saya.  Makin diuntungkan saya, hayo. Jadi biarlah semuanya kembali kepada masyarakat untuk menyikapinya. Dan biarkan waktu kelak akan menjawab, apa isu itu benar atau nggak,” kata Ipong kepada koran ini, kemarin.
Ipong menyatakan, dalam suasana kompetisi politik seperti menjelang Pilkada di Ponorogo ini, lumrah ada macam-macam manuver, termasuk peredaran gosip. Hanya saja, dia sangat tidak tertarik melakukan langkah pemenangan politik dengan cara menebar isu kacangan karena belum tentu benar.  “ Kalau menebar isu Ipong nanti nggak maju, sesungguhnya kok seperti mendului kehendak Tuhan. Kalau nanti ternyata bisa maju, lalu kelak bilang apa? Kan nggak ada gunanya kerja politik seperti itu, makanya saya tidak tertarik dan tidak akan pernah sama sekali melakukan cara macam itu. Selain tidak menyehatkan demokrasi, belum tentu mengundang simpati rakyat. Kalau saya suka adu program, bisa dinilai rakyat, dan bagus untuk membangun demokrasi,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Ipong mengakui, betul sampai kini dirinya belum mendapatkan rekomendasi atau keputusan dari semua partai yang telah dilobinya. Tapi pengertian belum, bukan berarti nanti tidak. Dia menjelaskan, salah satu syarat bagi induk partai untuk menerbitkan keputusan calon Kepala Daerah,  maka nama yang harus diusung bersifat pasangan. Ada Calon Bupati, ada Calon Wakil Bupatinya. “La sekarang ini, partai-partai yang akan mendukung saya, sudah ngejar nama Calon Wakil untuk diuruskan rekomendasi. Sementara saya belum menentukan wakil, jadi ya belum bisa mengurus rekom. Tapi pada saatnya ya diurus,” kata Ipong dalam nada bicara santai.
Saat didesak berulang-ulang atas rencana partai pengusungnya, Ipong hanya memberikan penjelasan begini, : “Saat memutuskan akan maju menjadi Calon Bupati Ponorogo, intinya saya sudah tahu harus menyiapkan apa-apa saja. Termasuk kesiapan partai pengusung”.  Karenanya, Ipong berpesan kepada para pendukungnya agar tak mudah larut bergoyang terhadap irama musik yang dimainkan orang. “Saya mengimbau kepada para pendukung saya di seluruh wilayah pelosok Ponorogo agar tetap teguh-kukuh, jangan samai terombang-ambing oleh isu,” pintanya.
Ipong menegaskan, sampai saat ini secara resmi belum satu pun kandidat Bupati Ponorogo telah mendapat surat keputusan pencalonan dari partai dalam jumlah yang cukup syarat. Dan faktanya baru satu partai yang telah menerbitkan keputusan pencalonan, yakni Nasdem mencalonkan saya. yang lain belum,” jelas Ipong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar