Diisukan Tidak Dapat Partai,
Ipong : Kok Mendului Tuhan
SOSOK Ipong Muchlissoni dalam blantika politik di Ponorogo cukup
fenomenal. Pria asli kelahiran Kauman, Pasar Pon, itu praktis baru kemarin sore
datang dan merambah kancah politik di Bumi Reyog. Belum genap tiga bulan
namanya muncul sebagai kandidat Bupati Ponorogo. Dia sekitar tiga puluh tahun
merantau ke ibukota Kaltim, Samarinda. Di sana namanya sebagai tokoh politik
dan pengusaha sukses, hampir dikenali tiap orang. Kendati relatif anyar di panggung politik Kota Reyog,
popularitas Ipong tampaknya sudah melambung tinggi. Bersamaan meroketnya
popularitas Ipong, benar pula peribahasa tua: makin tinggi pohon, makin kencang
pula angin menerpa. Gosip sepekan terakhir
berembus deras ke sebagian kelompok masyarakat Ponorogo, seolah-olah
Ipong bakal gagal maju sebagai Cabup karena tidak mendapatkan cukup partai.
Dimintai tanggapannya atas isu dirinya tak bisa maju Pilkada,
Ipong malah tertawa terkekeh-kekeh. “Saya justru sampaikan terima kasih kepada pembuat
isu. Dengan begitu ‘kan nama saya menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Saya
jadi lebih dikenal rakyat Ponorogo. Dan saya yakin tidak semua mereka percaya
isu-isu murahan itu. Ada yang makin simpati dan empati kepada saya. Makin diuntungkan saya, hayo. Jadi biarlah
semuanya kembali kepada masyarakat untuk menyikapinya. Dan biarkan waktu kelak
akan menjawab, apa isu itu benar atau nggak,” kata Ipong kepada koran ini,
kemarin.
Ipong menyatakan, dalam suasana kompetisi politik seperti
menjelang Pilkada di Ponorogo ini, lumrah ada macam-macam manuver, termasuk
peredaran gosip. Hanya saja, dia sangat tidak tertarik melakukan langkah
pemenangan politik dengan cara menebar isu kacangan karena belum tentu
benar. “ Kalau menebar isu Ipong nanti
nggak maju, sesungguhnya kok seperti mendului kehendak Tuhan. Kalau nanti
ternyata bisa maju, lalu kelak bilang apa? Kan nggak ada gunanya kerja politik
seperti itu, makanya saya tidak tertarik dan tidak akan pernah sama sekali melakukan
cara macam itu. Selain tidak menyehatkan demokrasi, belum tentu mengundang
simpati rakyat. Kalau saya suka adu program, bisa dinilai rakyat, dan bagus
untuk membangun demokrasi,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Ipong mengakui, betul sampai kini dirinya belum mendapatkan
rekomendasi atau keputusan dari semua partai yang telah dilobinya. Tapi
pengertian belum, bukan berarti nanti tidak. Dia menjelaskan, salah satu syarat
bagi induk partai untuk menerbitkan keputusan calon Kepala Daerah, maka nama yang harus diusung bersifat
pasangan. Ada Calon Bupati, ada Calon Wakil Bupatinya. “La sekarang ini,
partai-partai yang akan mendukung saya, sudah ngejar nama Calon Wakil untuk
diuruskan rekomendasi. Sementara saya belum menentukan wakil, jadi ya belum
bisa mengurus rekom. Tapi pada saatnya ya diurus,” kata Ipong dalam nada bicara
santai.
Saat didesak berulang-ulang atas rencana partai pengusungnya,
Ipong hanya memberikan penjelasan begini, : “Saat memutuskan akan maju menjadi
Calon Bupati Ponorogo, intinya saya sudah tahu harus menyiapkan apa-apa saja.
Termasuk kesiapan partai pengusung”. Karenanya, Ipong berpesan kepada para
pendukungnya agar tak mudah larut bergoyang terhadap irama musik yang dimainkan
orang. “Saya mengimbau kepada para pendukung saya di seluruh wilayah pelosok
Ponorogo agar tetap teguh-kukuh, jangan samai terombang-ambing oleh isu,”
pintanya.
Ipong menegaskan, sampai saat ini secara resmi belum satu pun
kandidat Bupati Ponorogo telah mendapat surat keputusan pencalonan dari partai
dalam jumlah yang cukup syarat. Dan faktanya baru satu partai yang telah
menerbitkan keputusan pencalonan, yakni Nasdem mencalonkan saya. yang lain
belum,” jelas Ipong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar